Menemukan Semesta

Tahukah kamu, aku telah melewati milyaran atau mungkin triliyunan detik dalam hidupku untuk hari ini? Ah siapa peduli, aku bukan ahli matematika untuk menghitung secara pasti berapa detik yang telah kulewati, pun bukan seorang yang gemar berkawan dengan mesin penghitung untuk mengetahui berapa.

Dan tahukah kamu, aku telah melalui ribuan mil dalam hidupku untuk hari ini? Jangan tanyakan aku tentang berapa pastinya, karena saat aku memulainya, pedometer dijital yang hari ini dengan mudahnya bisa kamu unduh di smartphone-mu, belum ada.

Yang kutahu, dan aku peduli, aku hidup untuk hari ini. Hari di mana semua hitungan soal waktu dan jarak itu tidak lagi berarti, karena aku hidup untuk hari ini.

Kamu.

Bahkan dalam lama waktu dan jauh jarak yang kutempuh itu, tidak terbesit sedikitpun di pikiranku tentang siapa kamu. Yang kutahu, kamu ada, hadir dan nyata.

Tahukah kamu, semesta bekerja dengan caranya yang tidak pernah dapat dimengerti? Ketika waktu bergulir, ada jutaan kemungkinan yang terus tumbuh. Waktu tidak akan sempat untuk berhenti sejenak dan membiarkan kita untuk memilih.

Tapi begitulah cara kerja semesta. Karena dari jutaan kemungkinan itu, rupanya ada satu pengecualian yang terselip.

Pengecualian itu adalah hari ini.

Pengecualian itu membekukan waktu bahkan jarak.

Dan pengecualian itu adalah hari ini.

Sesaat, sepersekian detik setelah pintu lift itu terbuka.

Aku tahu, aku menemukanmu.

Semesta sedang bekerja.

Dan aku menemukan semestaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s