One Perfect Companion for a Visual Thinker

Beberapa waktu yang lalu, pacar saya tiba-tiba melontarkan pertanyaan ‘Kamu gampang terdistraksi ya kalau lagi fokus belajar atau kerja?

Iya!

While si pacar adalah tipe yang bahkan ketika berada di suatu kafe yang ramai dengan lalu lalang orang pun, tetap bisa konsen belajar ataupun bekerja.

Tipe belajar dan cara kerja masing-masing individu memang berbeda-beda. Ada juga teman saya yang harus mendengarkan musik untuk dapat fokus belajar dan menghafal. Lain lagi dengan saya yang wajib corat-coret ketika sedang mencatat atau belajar, ngga heran, buku catatan favorit saya adalah sketchbook yang polos tanpa garis tentunya.

Pernah dengar tentang 3 types of learning style? Jadi, simpelnya, ada tiga kategori gaya belajar manusia, yaitu visual, auditory, dan kinesthetic. Seperti yang saya rangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasannya masing-masing:

  1. Visual

Kamu akan lebih mudah mengingat lewat grafis, gambar, dan diagram. Karenanya, tipe ini memiliki kecenderungan untuk memvisualisasikan hal-hal yang kamu baca dan kamu dengar dalam pikiran mereka. Dalam belajar, tipe visual adalah tipe pencatat melalui gambar, diagram, atau peta. Tipe visual pun mudah sekali terdistraksi oleh suara, pintu, dan jendela.

  1. Auditory

Mereka yang memiliki tipe auditory akan lebih efektif untuk belajar dan menghafal lewat bicara dan mendengar. Nah biasanya, dalam belajar, selain dengan mendegarkan ulang rekaman materi, tipe auditory akan mengulangnya dengan mengucapkannya dengan bahasanya sendiri. Tipe ini pun umumnya perlu mendengarkan musik untuk dapat belajar lebih efektif.

  1. Kinesthetic

Tipe kinestetik memiliki kecenderungan untuk ‘bergerak’ ketika belajar. Mereka umumnya lebih menyukai praktek ketimbang menjelaskan secara verbal. Oleh karena itu, mereka akan lebih mudah saat bergabung dalam lab, drama, field trip, ataupun aktivitas aktif lainnya.

Dari ketiga tipe di atas, tentu saja saya termasuk dalam kategori visual learner hahaha. Sebagai visual learner, pulpen/spidol dan kertas polos adalah items wajib yang tidak bisa terpisahkan ketika saya sedang belajar atau kerja. Bahkan dulu, jamannya telepon landline di masa ABG, mama saya sempat ngomel karena saya memiliki kebiasaan buruk; saya hobi banget nelepon berjam-jam sambil coret-coret apapun yang ada di meja, kertas sampai buku telepon. *nah lho ketauan banget umurnya kalo masih kenal sama buku telepon 😛

Di satu sisi, environmentally talking, kebiasaan ini bahayaaa banget! Tau dong kenapa? Yes, boros kertas! 😦

Sampai akhirnya, beberapa hari terakhir ini saya menemukan satu solusi terbaik yang bisa mengakomodir kebutuhan saya sebagai visual thinker tanpa harus merasa bersalah karena boros kertas. It’s S Pen on Samsung Galaxy Tab A! I had never been a big fan of stylus. Not before I tried out this S Pen on my hand. Jadi apa yang membuat saya jatuh cinta dengan feature ini?

s

  1. Smooth!

Salah satu hal yang selalu membuat saya meragukan stylus dan menggambar di atas screen adalah grafisnya yang kaku. Tapi, S Pen di Galaxy Tab A ini bener-bener smooth, tulisan kecil pun bener-bener sama persis dengan tulisan asli saya di atas selembar kertas dan pena.

  1. Banyak pilihan menu

Spidol, pensil, brush, pena, macam-macam tools ini dapat kamu pilih di dalamnya. Jangan lupa juga dengan pilihan warnanya yang juga beragam. Ini penting banget buat visual person seperti saya yang hobi coret-coret.

  1. Easy to save and access

Layaknya sketchbook yang bisa kamu bawa ke mana-mana, ini versi digitalnya! Kamu bisa simpan notes kamu, lalu buka lagi sewaktu-waktu sesuai dengan judul yang kamu buat. Bye, boros kertas! 🙂

Oh wait, ngga cuma feature S Pen-nya aja yang bikin Samsung Galaxy Tab A ini pas banget buat jadi partner kerja sehari-hari. Dengan fitur multiwindownya, kamu bisa nonton video secara bersamaan kalau lagi cari inspirasi, sambil update social media pun juga bisa! Semuanya bisa kamu lakukan tanpa lagging karena didukung oleh koneksi cepat 4G LTE-nya.

DSCF9974 copy

Working and developing new ideas will never be the same dengan S Pen. Dare to try? 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s